""

Masa Mudamu, Engkau Habiskan Dimana?

oleh | Mei 28, 2019 | PROFIL, SASTRA | 0 Komentar

Oleh: Eka Yuliana Lestari

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”, begitulah kutipan kalimat dari bapak pendiri bangsa Indonesia Ir. H. Soekarno, mengingatkan kepada kita semua tentang betapa pentingnya pemuda bagi kemajuan sebuah bangsa.

 Sejarah telah menggoreskan tinta emasnya bagi para pemuda  yang telah mengisi lembaran hidupnya dengan prestasi gemilang,  sehingga mulia dihadapan Allah dan juga mulia dihadapan manusia. Diantara mereka seperti;  Nabi Ibrahim, Nabi Yusuf, Nabi Musa serta Ashaabul Kahfi sebagaimana kisah mereka telah disebutkan dalam al Qur’an:

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَداً

(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo’a: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). (QS. Al- Kahfi: 10)

Begitu juga dipermulaan lembaran sejarah Islam, yang tak kosong dari catatan kehidupan pemuda-pemuda pilihan, sebut saja Mush’ab bin Umair ra. (duta Rasulullah pertama di Madinah), dan Abu Ubaidah bin Jarrah ra. (orang kepercayaan umat) dan yang lainya

Nabi Muhammad saw bersabda:

اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh swt. daripada Mukmin yang lemah”.

Lalu? Hey kamu! Sebagai kaum muda, apa yang sudah kita kontribusikan untuk bangsa ini? Apa yang sudah kita lakukan untuk dakwah islam? Dan adakah hikmah yang dapat kita ambil dari kisah pemuda Ashabul Kahfi yang telah diabadikan dalam Al-qur’an tersebut? Lalu   bagaimanakah kriteria mukmin kuat yang dimaksudkan dalam hadis diatas?.

Menjadi mukmin yang kuat dengan prestasi gemilang diusia muda, bukanlah hal yang sederhana. Yap, Benar! Diperlukan kesadaran utuh untuk melalui setiap waktunya. Sedangkan dimasa itu, pemuda memiliki kecenderungan menikmati dan mencari sesuatu yang tidak bisa lepas dari zona kesenangan; Dalih mereka, karena mereka ‘belum mempunyai beban yang serius untuk ditanggungnya’. Dalam jejak rekam hidup pemuda, peran lingkungan  sangat mendominasi pembentukan karakter seorang pemuda, seperti; Dengan siapa dia bergaul. Sesuatu apakah yang ia tekuni. Dan bagaimanakah ia bersosialita dengan orang lain. Alakhos dalam menjalankan amanah.

Dengan keadaan demikian, penulis merasa, bahwa setiap orang, wabilkhusus para pemuda. Penting untuk sadar diri dan memperhatikan kegiatannya dalam mengisi waktu di masa tersebut; Semisal: memaksimalkan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, dengan penuh semangat dan serius, sesuai dengan apa yang diminati atau disukai.

 Seperti yang dijelaskan dalam hadis berikut:

“اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ” قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bersungguh-sungguhlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu).

Lalu, apa saja sih, hal-hal yang bermanfaat itu?

Jawabanya adalah:

Hal-hal yang bermanfaat dalam perspektif agama kembali kepada dua perkara; Ilmu yang bermanfaat dan Amal saleh.

Ilmu yang Bermanfaat

Merasakan kehadiran semakin pesatnya perkembangan teknologi dan berbagai informasi yang diterima, para pemuda dewasa ini, terombang-ambing oleh ombak besar pemikiran yang menyimpang dan aliran yang menyesatkan, ambisi yang bias dari undang-undang dasar Syariat dan serangan ideologi yang tidak jelas ujung tepinya. Segala arus deras ini harus diiringi penanganan dengan keilmuan dan kemampuan menyaring informasi dari berbagai sumber. Maka sangat penting bagi pemuda, menyatu dengan para ilmuwan maupun ulama yang expert dibidangnya, maupun ulama yang telah disebut-Mbah Kyai– oleh masyarakat dalam hal keilmuan, kepatuhan, keberagaman, kesalihan, kegeniusan (Ahli Ilmu).

Firman Allah:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ [ الأنبياء / 7 ]

“Maka tanyakanlah olehmu kepada ahli zikir (red: orang-orang yang berilmu), jika kamu tiada mengetahui”. QS Al-Anbiya : 7.

Urgensitas ilmu telah dijelaskan dalam berbagai hadis-hadis mashur. Seseorang yang menginginkan kemudahan dan kemuliaan dalam hidupnya haruslah punya bekal ilmu. Seperti statement diatas-pen, yang sangat dirasakan atmosfernya saat ini; dimana banyak orang tiba-tiba mengaku menjadi ulama dan berani mengeluarkan  fatwa hanya karena ia telah pernah membaca dari buku-buku bacaan, jurnal-jurnal internet dan terjemahan-terjemahan-red.  Seseorang harus membentengi dirinya dengan ilmu yang diamalkan, berhenti dalam zona istiqomah dan antisipatif terhadap perputaran roda zaman agar tidak terseret arus kedustaan dan kesesatan atas nama agama. Terlebih untuk seorang pemuda, Ia dituntut untuk berperan aktif didalamnya demi kemaslahatan umat.

B. J. Habibie, presiden ke-4 dalam quote-nya yang masyhur menyampaikan, Apabila kamu sudah memutuskan untuk menekuni suatu bidang, jadilah orang yang konsisten. Itu adalah kunci keberhasilan yang sebenarnya”. Pemuda seringkali terjebak pada pertanyaan: apakah hobiku? Apa sebenarnya keahlian/bakatku? Apa yang aku bisa?. Untuk mengcounter pertanyaan-pertanyan tersebut maka konsistensi merupakan salah satu modal utama dalam menekuni bidang yang kamu inginkan. Berjalanlah dengan penuh keyakinan terhadap salah satu ilmu yang dikaji. Fokuskan waktu, pikiran dan tenaga untuk bidang yang telah dipilih. Tidak konsisten akan membuat kehilangan tujuan utama dari apa yang di kerjakan.

Amal Shalih

Amal shalih memiliki makna yang sangat luas dan bermuara kepada bagaimana kita dapat memberi manfaat bagi diri kita terlebih orang lain. Menjadi seorang pemuda yang dicintai oleh Allah merupakan cita-cita setiap muslim. Karena jika Allah sudah mencintai seorang hamba, maka keberkahanlah yang kan ia dapatkan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh ra., Rasulullah saw. bersabda:

عن أبي هريرة وأبي سعيد رضي الله عنهما: عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (سبعة يظلهم الله في ظله، يوم لا ظل إلا ظله: إمام عادل، وشاب نشأ في عبادة الله – عز وجل – ورجل قلبه معلق بالمسجد، إذا خرج منه، حتى يعود إليه، ورجلان تحابا في الله، فاجتمعا على ذلك. وافترقا عليه، ورجل ذكر الله خاليا، ففاضت عيناه، ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال، فقال: إني أخاف الله، ورجل تصدق بصدقة، فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه. متفق عليه _الحطيبة شرح رياض الصالحين

“Ada tujuh golongan manusia (red: laki-laki dan perempuan) yang akan mendapatkan keteduhan dari Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali perlindungan-Nya (diantaranya adalah):Pemimpin yang adil, Pemuda yang hidup untuk beribadah kepada Alloh, Seseorang yang hatinya tertambat kepada masjid, sejak ia keluar darinya (red: ia teringat untuk beribadah didalamnya) sampai sekembalinya lagi ke masjid, Dua orang yang keduanya tetap saling mengasihi karena Alloh baik saat  ia bersama ataupun terpisah, Seseorang yang kedua matanya digenangi air mata karena zikir kepada Alloh, Dan seseorang yang ketika perempuan cantik memanggilnya (red: mengajak maksiat) ia akan menjawab ‘aku takut kepadamu karena Alloh’, dan Seseorang yang bersedekah secara sembunyi; sebagaimana tangan kirinya tidak mengetahui terhadap hal apakah yang dinafkahkan oleh tangan kakannya”, HR. Mutafaq Alaih. Syarah Riyadussalihin Juz 2 Hal: 53

Dari hadits tersebut kita dapat mengetahui bahwa pemuda yang tumbuh dalam ibadah dan ketaatan, pada hari kiamat nanti ia akan mendapatkan naungan; keteduhan-pen karena, pada saat itu, semua manusia berhadapan dengan Alloh dengan keadaan matahari berada di atas kepalanya. Dan salah satu bentuk ketaatan yang seharusnya bisa dilakukan oleh seorang pemuda yaitu dengan mengisi masa-masa mudanya dengan menuntut ilmu; Ilmu Agama maupun Ilmu Duniawi, menyibukan diri dengan membaca kitab-kitab para ulama, memperbanyak puasa, berbakti kepada guru dan orang tua, mengerjakan amalan-amalan sunnah, menjaga dirinya dari perbuatan-perbuatan maksiat yang bisa membinasakan dirinya dan menahan hawa nafsunya dari semua yang bisa mendatangkan murka Allah serta bentuk-bentuk ketaatan yang lainnya.

Menjadi pribadi yang sedemikian pun tidak mudah. Godaan Syaiton maupun gejolak hawa nafsu ikut tumbuh dalam perkembangan diri. Dan jika tidak waspada, maka hal tersebut akan menuntun kepada kesudahan yang buruk dan kemudaratan yang besar. Penjelasan Qs. Al-Fatir: 6 sebagai berikut:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ 

“Sesungguhnya setan  adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu; dengan kamu melakukan rupa-rupa ketaatan, karena sesung-guhnya setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”.

FYI. Maka, setiap orang harus berproses. Orang yang tidak mau berproses, dia keluar dari sunnatullah. Dalam prosesnya Setiap orang harus  menjadi pribadi yang kuat, yang mampu menjalankan amanah Allah swt: inni ja’ilun fil ardi kholifah -diciptakan dibumi sebagai halifah. Bentuk proses yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah dengan memanfaatkan masa muda dengan kesibukan menuntut ilmu dan beramal saleh. Serta yakinlah bahwa Allah swt. Akan memudahkan niatan baik hamba-hambaNya, amiin

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA LAINNYA

Road To Hari Santri Nasional 2020

Road To Hari Santri Nasional 2020

Sejak ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, pada tahun 2015 lalu. Pondok pesantren kita, selalu turut serta meramaikan. Sekian rangkaian kegiatan diadakan; seperti upacara, ziarah masyayikh, sholawat...

World Cleanup Day Ponpes Al- Iman Bulus

World Cleanup Day Ponpes Al- Iman Bulus

Gerakan yang diinisiasi Let's Do It Foundation ini dimulai dari negara Estonia pada 2008 silam. Akhirnya pada 2018, Indonesia bersama 150 negara lainnya turut dalam gerakan ini. Pada tahun 2019 turut bergerak dan menjadi Negara yang memimpin aksi Cleanup terbesar...

INSTALASI Kwh METERAN EXIM (export-import)

INSTALASI Kwh METERAN EXIM (export-import)

16/20 Bakda dzuhur waktu setempat_ Pemasangan Kwh meteran EXIM (export-import) oleh PLN melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berupa Rooftop yang berada di atas bangunan komplek A pondok pesantren Al-iman bulus purworejo. Hal tersebut diterapkan untuk...

SANTRI HARUS BISA TEKNOLOGI

SANTRI HARUS BISA TEKNOLOGI

Oleh: Ali Yazid Perkembangan teknologi yang semakin pesat mempengaruhi gaya hidup yang semakin eksis, terutama dikalangan pesantren. Pesantran pun tidak ketinggalan zaman yang semakin pesat, kita sebagai santri jangan sampai ketinggalan zaman terkait teknologi,...

Selamat Hari Raya Idul Fitri 144H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 144H

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد |Segenap keluarga besar Pon-Pes Al-Iman Bulus Gebang Purworejo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 144H.°جعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين وأنتم كل عام بخير° "Mari jadikan momentum hari Fitri kali ini sebagai wasilah...

RAMADHAN DI AL-IMAN BULUS

RAMADHAN DI AL-IMAN BULUS

Bulan ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan 5/23 pondok pesantren Al-Iman Bulus Gebang Purworejo mengadakan ngaji Pasanan (bandongan) beberapa kitab kuning, hal ini telah terselenggara rutin setiap satu tahun sekali dan...

ISKAMAS PERINGATI ISRA` MI`RAJ BERSAMA USTADZ HASAN

ISKAMAS PERINGATI ISRA` MI`RAJ BERSAMA USTADZ HASAN

Jum`at pagi (21/02) salah satu orda (organisasi daerah) yang ada di Pondok Pesantren Al-Iman yakni ISKAMAS (Ikatan Santri Kebumen & Banyumas) mengadakan acara peringatan Isra` Mi`raj Nabi Muhammad Saw. Organisasi yang berisi sekumpulan wong-wong ngapak ini sengaja...

""