""

Pandangan Al-Qur’an tentang Wisata

oleh | Des 21, 2019 | ARTIKEL ISLAM | 0 Komentar

Oleh: Rian Ramadan

       Alam raya dan segala isinya —demikian juga teks-teks redaksi Al-Quran— diberi nama oleh Allah swt sebagai “Ayat-ayat Allah”. Sementara ulama dalam rangka membedakannya, menamai yang pertama sebagai “Ayat Kauniyyah” dan yang kedua sebagai “Ayat Qur’aniyyah”.

       Secara harfiah; “ayat” berarti “tanda”, dalam arti; rambu-rambu perjalanan menuju Allah swt, atau bukti-bukti ke-Esaan dan Ke-Kuasaan Allah swt. Tanda tersebut tidak dapat difungsikan dengan baik sebagai “tanda”, kecuali apabila didengar dan atau dipandang —baik melalui mata hati maupun dengan perantara mata kepala—. Oleh karena itu, dalam Al-Quran ditemukan sekian banyak perintah Allah yang berkaitan dengan pem-fungsian tanda-tanda tersebut. Khusus yang menyangkut pandangan, tidak kurang dari tujuh ayat yang mengaitkan langsung perintah memandang itu dengan perjalanan, seperti misalnya ayat; “Berjalanlah di bumi dan lihatlah..”. Bahkan as-Saihun (wisatawan) yang melakukan perjalanan dalam rangka memperoleh ‘ibarat (pelajaran dan pengajaran), dipuji oleh Allah swt berbarengan dengan pujian-Nya kepada orang-orang yang bertobat, mengabdi, memuji Allah, ruku’ dan sujud, memerintahkan kebaikan, mencegah kemungkaran serta memelihara ketetapan-ketetapan Allah swt (QS. At-Taubah:112)

       Kata “as-Saihun” terambil dari kata “Siyahah” yang secara populer diartikan sebagai wisata. Kata ini mengandung arti penyebaran. Oleh karena itu, dari kata tersebut dibentuk kata “Sahat” yang berarti “lapangan yang luas”. Sementara ulama ingin membatasi pengertian kata tersebut, bahkan mengaitkannya dalam ayat diatas dengan pengertian metafor, seperti “puasa”. Tetapi, apa yang mereka lakukan itu, dinilai tidak mempunyai dasar yang kuat.

       Muhammad Jamaluddin Al-Qasimy (1866-1914) menguraikan dalam tafsir-nya bahwa arti “siyahah” adalah perjalanan wisata; karena menurutnya, cukup banyak bukti dan indikasi dari ayat Al-Quran yang mendukung artikel tersebut. Pakar Al-Quran di atas menjelaskan sebagai berikut; “Saya telah menemukan sekian banyak pakar yang berpendapat bahwa; Kitab Suci memerintahkan manusia agar mengorbankan sebagian dari (masa) hidupnya untuk melakukan wisata dan perjalanan, agar ia dapat menemukan peninggalan-peninggalan lama, mengetahui kabar berita umat-umat terdahulu, agar semua itu dapat menjadi pelajaran dan ‘ibarat, yang dengan-nya dapat di ketuk dengan keras otak-otak yang beku”.

       Perlu digarisbawahi bahwa pendapat diatas menekankan perlunya wisata walaupun dalam bentuk pengorbanan. Ini berarti bahwa perjalanan yang tidak mengandung pengorbanan lebih dianjurkan lagi, dan bahwa tujuan wisata —antara lain— adalah untuk memperluas wawasan, atau apa yang diistilahkan oleh Al-Qasimy; “diketuk dengan keras otak-otak yang membeku”. Memang sah saja, jika kata “saih” diatas diterjemahkan dengan “wisatawan”, karena kata itu juga berarti; “air yang terus-menerus mengalir ditempat yang luas dan tidak pernah membeku”.

       Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935) menulis: “Kelompok sufi mengkhususkan arti ‘as-saihun’ yang dipuji itu adalah mereka yang melakukan perjalanan dimuka bumi dalam rangka mendidik kehendak dan memperhalus jiwa mereka”.

       Mufassir terkenal, Fakhruddin ar-Razi (1149-1209), menulis; “Perjalanan wisata mempunyai dampak yang sangat besar dalam rangka menyempurnakan jiwa manusia. Karena, dalam perjalanan itu, ia mungkin memperoleh kesulitan dan kesukaran, dan ketika itu, ia mendidik jiwanya untuk bersabar. Mungkin juga menemui orang-orang terkemuka, sehingga ia dapat memperoleh dari mereka hal-hal yang tidak dimilikinya. Selain itu, ia juga dapat menyaksikan aneka ragam perbedaan ciptaan Allah. Walhasil, perjalanan wisata mempunyai dampak yang kuat dalam kehidupan beragama seseorang”.

       Al-Thabatha’i, Ulama Syiah kontemporer, juga memahami kata “saihun” pada Surah At-Taubah ayat 112 itu dengan perjalanan wisata. Dengan demikian, kita tidak mengemukakan suatu pendapat baru jika menyatakan bahwa “Al-Quran menganjurkan perjalanan wisata”.

———————————–

Dikutip dari buku; “Membumikan Al-Quran” karya Prof. Dr. Quraish Shihab: 548-551, dengan sedikit perubahan.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA LAINNYA

Road To Hari Santri Nasional 2020

Road To Hari Santri Nasional 2020

Sejak ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, pada tahun 2015 lalu. Pondok pesantren kita, selalu turut serta meramaikan. Sekian rangkaian kegiatan diadakan; seperti upacara, ziarah masyayikh, sholawat...

World Cleanup Day Ponpes Al- Iman Bulus

World Cleanup Day Ponpes Al- Iman Bulus

Gerakan yang diinisiasi Let's Do It Foundation ini dimulai dari negara Estonia pada 2008 silam. Akhirnya pada 2018, Indonesia bersama 150 negara lainnya turut dalam gerakan ini. Pada tahun 2019 turut bergerak dan menjadi Negara yang memimpin aksi Cleanup terbesar...

INSTALASI Kwh METERAN EXIM (export-import)

INSTALASI Kwh METERAN EXIM (export-import)

16/20 Bakda dzuhur waktu setempat_ Pemasangan Kwh meteran EXIM (export-import) oleh PLN melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berupa Rooftop yang berada di atas bangunan komplek A pondok pesantren Al-iman bulus purworejo. Hal tersebut diterapkan untuk...

SANTRI HARUS BISA TEKNOLOGI

SANTRI HARUS BISA TEKNOLOGI

Oleh: Ali Yazid Perkembangan teknologi yang semakin pesat mempengaruhi gaya hidup yang semakin eksis, terutama dikalangan pesantren. Pesantran pun tidak ketinggalan zaman yang semakin pesat, kita sebagai santri jangan sampai ketinggalan zaman terkait teknologi,...

Selamat Hari Raya Idul Fitri 144H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 144H

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد |Segenap keluarga besar Pon-Pes Al-Iman Bulus Gebang Purworejo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 144H.°جعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين وأنتم كل عام بخير° "Mari jadikan momentum hari Fitri kali ini sebagai wasilah...

RAMADHAN DI AL-IMAN BULUS

RAMADHAN DI AL-IMAN BULUS

Bulan ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan 5/23 pondok pesantren Al-Iman Bulus Gebang Purworejo mengadakan ngaji Pasanan (bandongan) beberapa kitab kuning, hal ini telah terselenggara rutin setiap satu tahun sekali dan...

ISKAMAS PERINGATI ISRA` MI`RAJ BERSAMA USTADZ HASAN

ISKAMAS PERINGATI ISRA` MI`RAJ BERSAMA USTADZ HASAN

Jum`at pagi (21/02) salah satu orda (organisasi daerah) yang ada di Pondok Pesantren Al-Iman yakni ISKAMAS (Ikatan Santri Kebumen & Banyumas) mengadakan acara peringatan Isra` Mi`raj Nabi Muhammad Saw. Organisasi yang berisi sekumpulan wong-wong ngapak ini sengaja...

""