""

Malam Puncak HSN 2020: Dari Peran Santri, Ulama, dan Habaib hingga Sanad Keilmuan Hadratussyaikh KH. Hasyim As’ari

oleh | Okt 26, 2020 | BERITA, KABAR | 0 Komentar

Malam puncak perayaan hari santri nasional 2020 Ponpes Al Iman digelar pada Kamis malam Jum’at, 22 Oktober 2020. Seluruh santri baik putra maupun putri terlihat antusias dan penuh semangat mengikuti rangkaian acara rutinan tahunan yang digelar di halaman utama pesantren tersebut. Bahkan, terhitung sejak tahun 2017, Peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Al-Iman selalu digelar meriah dengan konsep yang matang dan dengan dibentuk kepanitian khusus, sesuai dawuh pengasuh. Rangkaian kegiatan—termasuk perlombaan—nya pun memakan waktu lebih dari satu minggu. Menurut ketua panitia Peringatan HSN 2020, Bapak Sutarman, “Acara Peringatan HSN di Al-Iman memang selalu meriah ditambah dengan berbagai macam perlombaan yang cukup banyak. Meskipun begitu acara HSN ini kami pastikan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar, sebab kami memilih hari libur pada setiap rangkaian penyelenggaraannya, yakni hari Jum’at dan malam minggu yang biasanya digunakan untuk tamrinul khitobah. Dan dari sekian rangkaian acara, malam puncak perayaan hari santri adalah acara yang paling ditunggu-tunggu oleh para santri. Acara yang juga disiarkan langsung lewat kanal YouTube Al-Iman Bulus ini, juga begitu dinanti oleh mutakharijin-mutakharijat serta para wali santri.”

Pada malam puncak tersebut-lah momentum renungan makna hari santri didapat. Sebab didalamnya terdapat acara inti yang selalu dinanti, yakni Mau’idhah Hari Santri Nasional oleh Al-Ustadz KH. Hasan Agil Ba’abud, termasuk malam Jum’at tempo kemarin. Setelah pembacaan Tahlil oleh Habib Ja’far Alaydrus , Maulid Simtuddurar, Sambutan Ketua Panitia, dan sambutan Habib Faqih Muqaddam Ba’abud, Al-Ustadz menyampaikan berbagai dawuh & pesan penting kepada segenap santri. Setidaknya ada 3 poin pokok yang disampaikan beliau pada malam tersebut. Poin pertama mengenai ditetapkannya hari santri. Hari santri ditetapkan berkaitan erat dengan sejarah bangsa Indonesia yang tidak bisa lepas dari peran dan dukungan para santri, ulama, serta habaib. Menurut beliau, santri benar-benar berperan aktif di NKRI. Banyak yang tidak tahu, atau memang tidak mau tahu, baru sekarang lah terungkap keberhasilan pesantren di negri ini luar biasa, (dimana) memang tujuan utamanya tafaqquh fiddin, ngaji.”

Peran para ulama, santri, dan (utamanya) para habaib inilah yang justru sering terlupakan bahkan dihapus. Jika selama ini dalam sejarah —yang (sementara) kita ketahui— sang saka merah putih dijahit oleh Ibu Fatmawati, istri Bung Karno, dan dikibarkan pertama kali di halaman gedung pegangsaan timur 56 (Gedung Proklamasi). Ternyata menurut beliau sang saka merah putih sudah sudah dikibarkan terlebih dahulu di Masjid Kwitang, dijahit oleh seorang syarifah atas dawuh Habib Salim bin Djindan Al-Habsyi. Bahkan diceritakan oleh beliau bahwa sebelum Bung Karno sowan kepada Hadratussyaikh KH. Hasyim As’ari beliau terlebih dahulu sowan kepada Habib Salim bin Djindan Al-Habsyi tersebut guna meminta restu dan dukungan.

Poin ke-dua yang beliau sampaikan adalah mengenai sanad keilmuan. Sanad keilmuan merupakan hal yang sangat penting dalam tradisi keilmuan islam khususnya bagi kalangan ahlussunah wal jamah guna memastikan ilmu yang sampai kepada generasi penerus adalah ilmu yang mata rantainya sambung (muttashil) sampai kepada Nabi Muhammad Saw. Diantara sanad keilmuan yang beliau ungkap adalah sanad keilmuan Hadratussyaikh KH. Hasyim As’ari. Menurut beliau Hadratussyaikh KH. Hasyim As’ari memiliki sanad keilmuan melalui Pondok Bulus, sebab beliau masih murid dari KH. Soleh Darat yang pernah nyantri di Bulus, mengaji kepada Syeikh Ahmad Alim Bulus (Mbah Ngalim). Namun sanad keilmuan Hadratussyaikh KH. Hasyim As’ari versi ini tidak banyak diketahui banyak orang, bahkan belum tertulis.

Poin ke-tiga yang beliau sampaikan lebih kepada renungan tentang apa dan siapa itu santri. Menurut beliau makna santri diantaranya diambil dari akronim (singkatan) berbahasa Arab dari kata سنتري dalam jawa pegon.

س = سالك في سبيل الله
“Menempuh jalan dalam rangka menegakkan agama Allah Swt.”
ن = نائب عن العلماء
“Sosong pengganti ulama'”
ت = تائب عن الذنوب
“Senantiasa bertaubat dari segala perbuatan dosa”
ر = راغب عن الأخرة
“Senantiasa merindukan akhirat (Surga)”
ي = يدل على اليقين
“Senantiasa yakin terhadap apa yang dikerjakan”

Masih menurut beliau, santri itu diambil dari gabungan 2 kata dalam bahasa Inggris yakni,

“Sun” (matahari) dan “Three” (tiga).

Maksudnya, santri diharapkan menjadi figur yang mampu menyinari 3 hal pokok di dunia, yakni Islam, Iman & Ihsan.

Santri bagi beliu tidak hanya sosok bersarung yang hanya bisa ngaji. Santri adalah sosok yang komplit yang dapat menjadi apa dan siapa saja. Santri tidak harus menjadi sosok yang terampil dan tampil sebagai ahli agama, santri juga hendaknya bisa menjelma jadi pakar dalam bidang IT, engineering, botany dsb. Dengan demikian, santri akan selalu memiliki peran strategis sesuai bidang keahliannya masing-masing dalam mengisi kemerdekaan, memajukan NKRI dan menjaganya dari oknum yang ingin memecah belah bangsa dan menghancurkan NKRI.

Selain mau’idhah hari santri dari Al-Ustadz, acara malam puncak juga diisi dengan pengumuman para juara perlombaan HSN 2020, penampilan dari “Al-Iman Punya Band”, penampilan Al-Farizi (santri iconic Wonosobo), serta pemutaran film spesial hari santri “Wahai Asad”. Berbicara tentang santri, pastinya akan ada banyak cerita, kisah, dan sejarah yang tidak akan pernah ada habisnya selama kata santri masih ada. Sejalan-senafas dengan segala bentuk dan ragam cara santri merayakan hari santri, santri harus selalu melihat kedalam tentang siapakah santri. 

SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 2020!
Santri Sehat Indonesia Kuat!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA LAINNYA

Road To Hari Santri Nasional 2020

Road To Hari Santri Nasional 2020

Sejak ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, pada tahun 2015 lalu. Pondok pesantren kita, selalu turut serta meramaikan. Sekian rangkaian kegiatan diadakan; seperti upacara, ziarah masyayikh, sholawat...

World Cleanup Day Ponpes Al- Iman Bulus

World Cleanup Day Ponpes Al- Iman Bulus

Gerakan yang diinisiasi Let's Do It Foundation ini dimulai dari negara Estonia pada 2008 silam. Akhirnya pada 2018, Indonesia bersama 150 negara lainnya turut dalam gerakan ini. Pada tahun 2019 turut bergerak dan menjadi Negara yang memimpin aksi Cleanup terbesar...

INSTALASI Kwh METERAN EXIM (export-import)

INSTALASI Kwh METERAN EXIM (export-import)

16/20 Bakda dzuhur waktu setempat_ Pemasangan Kwh meteran EXIM (export-import) oleh PLN melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berupa Rooftop yang berada di atas bangunan komplek A pondok pesantren Al-iman bulus purworejo. Hal tersebut diterapkan untuk...

SANTRI HARUS BISA TEKNOLOGI

SANTRI HARUS BISA TEKNOLOGI

Oleh: Ali Yazid Perkembangan teknologi yang semakin pesat mempengaruhi gaya hidup yang semakin eksis, terutama dikalangan pesantren. Pesantran pun tidak ketinggalan zaman yang semakin pesat, kita sebagai santri jangan sampai ketinggalan zaman terkait teknologi,...

Selamat Hari Raya Idul Fitri 144H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 144H

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد |Segenap keluarga besar Pon-Pes Al-Iman Bulus Gebang Purworejo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 144H.°جعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين وأنتم كل عام بخير° "Mari jadikan momentum hari Fitri kali ini sebagai wasilah...

RAMADHAN DI AL-IMAN BULUS

RAMADHAN DI AL-IMAN BULUS

Bulan ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan 5/23 pondok pesantren Al-Iman Bulus Gebang Purworejo mengadakan ngaji Pasanan (bandongan) beberapa kitab kuning, hal ini telah terselenggara rutin setiap satu tahun sekali dan...

ISKAMAS PERINGATI ISRA` MI`RAJ BERSAMA USTADZ HASAN

ISKAMAS PERINGATI ISRA` MI`RAJ BERSAMA USTADZ HASAN

Jum`at pagi (21/02) salah satu orda (organisasi daerah) yang ada di Pondok Pesantren Al-Iman yakni ISKAMAS (Ikatan Santri Kebumen & Banyumas) mengadakan acara peringatan Isra` Mi`raj Nabi Muhammad Saw. Organisasi yang berisi sekumpulan wong-wong ngapak ini sengaja...

""